1. Gaya tulisan

Ciri anak alay yang pertama biasanya tampak pada gaya tulisannya. Anak alay cenderung memiliki gaya tulisan yang aneh-aneh, di mana maksudnya agar dibilang gaul dan punya gaya tersendiri, tetapi malah terlihat norak. Mulai dari gaya tulisan tangan, tulisan sms hingga tulisan status di media sosial.

2. Gaya bahasa (berbicara)

Dalam suatu komunitas anak alay, bahasa yang satu ini cukup populer, yaitu menambahkan kata “fa” dalam setiap kata yang akan disebutkan. Contohnya kata “Ada masalah apa?, maka anak alay akan menyampaikan dengan “Afadafa Mafasafalafah afapafa?”. Maksudnya biar terlihat gaul dengan mempunyai gaya bicara yang khusus, tetapi kalau lebih diteliti justru terkesan norak dan kekanak-kanakan.3

3. Cara berpenampilan

Cara berpenampilan anak alay juga pasti berbeda dengan orang normal kebanyakan. Kalau biasanya orang normal akan berpenampilan biasa-biasa saja, dengan catatan sopan. Anak alay malah akan berpenampilan sebaliknya. Biasanya dia akan menarik perhatian dengan penampilannya, seperti kolor celana yang sengaja dibuat sedikit terlihat atau celana yang sengaja dibuat sedikit melorot seperti orang kedodoran. Ada juga yang sengaja membuat miring kepala sabuknya, di mana kepala sabuk yang biasanya berada di depan tengah, dibuat agak miring ke kiri atau ke kanan. Tujuannya agar bisa menarik perhatian, tetapi justru terlihat seperti orang kurang sopan.

4. Fotogenic dengan berbagai gaya yang berlebihan atau aneh-aneh

Fotogenic atau suka berfoto memang bisa saja dimiliki oleh siapapun. Namun pada anak alay, sifat yang satu ini malah terlihat berlebihan, terkesan aneh, dan dibuat-buat, baik ketika berfoto sendirian maupun bersama-sama.

5. Foto sendirian

Pada kasus foto sendirian, anak alay biasanya akan menampilkan gaya atau ekspresi yang berlebihan. Contohnya berfoto ketika memakan es di sebuah restoran misalnya, lalu anak alay tersebut berpose atau bergaya dengan meletakkan sendoknya tepat di depan mulutnya padahal kondisi sendok kosong dan mulutnya pun dalam posisi tertutup.

6. Foto bersama-sama

Ketika berfoto bersama pun demikian, segerombol anak alay pasti akan membuat pose atau gaya serentak yang terlihat berlebihan, seperti sama-sama menjulurkan lidah mereka bersama-sama. Kalaupun hanya satu orang saja yang alay sedangkan yang lainnya tidak, maka si alay biasanya akan berpose berbeda dengan lainnya, seperti ketika lainnya memiliki ekspresi yang biasanya saja dan tersenyum ke depan kamera, anak alay biasanya akan sedikit memiringkan kepalanya seraya mengerlingkan salah satu matanya (seperti winky emoticon) dan tersenyum ke depan kamera.

5. Terlalu percaya diri

Bersikap percaya diri memang salah satu sikap yang harus dimiliki oleh siapapun. Tetapi percaya diri ala anak alay justru akan terlihat berlebihan dan dibuat-buat sehingga cenderung terkesan sok tahu. Contohnya ketika sedang berbincang bersama-sama, anak alay biasanya akan bersikap sok tahu atau paling tahu diantara yang lainnya akan topik yang sedang dibicarakan meskipun sebenarnya dia hanya menebak-nebak kebenarannya saja. Sehingga biasanya anak alay akan sering mengambil alih pembicaraan atau memotong pembicaraan yang lainnya.

6. Sering berganti-ganti warna rambut

Berganti-ganti warna rambut memang bisa dilakukan oleh siapapun yang dimaksudkan untuk menunjang penampilannya. Namun pada kasus anak alay justru terkesan dibuat-buat, disengaja, dan main-main agar disebut gaul. Anak alay biasanya ada yang memiliki sifat sering mengganti-ganti warna rambutnya, di mana warna yang dipilih biasanya juga adalah warna yang norak dan mencolok seperti merah, kuning, dan lainnya, yang sekira mampu menarik perhatian orang sekitarnya.

7. Punya tempat berkumpul (nongkrong) khusus

Anak alay biasanya juga memiliki tempat berkumpul atau nongkrong tersendiri setiap harinya. Tujuannya pun sepele, mulai dari ingin menarik perhatian hingga ingin menggoda lawan jenisnya. Sekumpulan anak alay cowok biasanya akan menggoda cewek-cewek yang lewat di depan tempat berkumpulnya dengan cara bersiul misalnya. Begitu pula dengan sekumpulan anak alay cewek, mereka juga akan menggoda cowok-cowok yang lewar dihadapannya. Namun dalam kasus cewek biasanya bukan bersiul, tapi langsung memanggil-manggil atau sedikit berteriak bersama-sama.

8. Memakai aksesoris yang berlebihan

Anak alay biasanya akan memakai aksesoris yang berlebihan, seperti kalung, anting, dan gelang-gelang, tak peduli dia itu laki-laki atau perempuan. Bahkan kalung, anting, dan gelang-gelang tersebut terbuat dari bahan yang tidak semestinya, seperti terbuat dari rantai, karet, dan bahan-bahan lainnya. Dan ada juga yang memakai rantai dompet terlalu panjang hingga mencapai setengah paha atau bahkan mencapai lutut kaki. Tujuannya supaya terlihat keren, tetapi malah justru seperti rantai hewan peliharaan yang tidak terpakai.

9. Berkendara secara berlebihan

Anak alay biasanya akan mengendarai kendaraan bermotor secara berlebihan, seperti berkecepatan tinggi dengan pantat yang bergeser-geser dan posisi badan yang sedikit membungkuk layaknya seorang pembalap profesional. Tujuannya memang untuk menarik perhatian agar dianggap seperti pembalap, jago berkendara, dan lainnya. Padahal hal yang demikian justru akan membahayakan dirinya dan orang lain.

10. Terlalu narsis jika di depan cermin

Anak alay juga memiliki kebiasaan tidak bisa menahan diri untuk narsis apabila menjumpai sebuah cermin. Ada saja tingkahnya yang ingin dilakukan di depan cermin yang ditemuinya, seperti menyisir dan merapikan rambut meskipun rambutnya sebenarnya masih dalam keadaan rapi, membetulkan make-up bagi perempuan meskipun make-up-nya sebenarnya masih rapi-rapi saja.

Deixe um comentário

O seu endereço de e-mail não será publicado. Campos obrigatórios são marcados com *